Merusak Otak, Inilah Bahaya Mencandu Pornografi

Pornografi tampaknya sudah mulai merebak di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari usia dini hingga dewasa. Jika dampaknya hanya kepada si pelaku pecandu pornografi masih tidak terlalu bermasalah, karena masalahnya hanya si pelaku ini yang rasakan dampaknya. Tapi seringkali, si pelaku ini ikut melibatkan orang lain utk merasakan dampak yang diderita oleh si pecandu pornografi ini. Pelecehan seksual dan pemerkosaan-lah contohnya. Parahnya lagi, tidak jarang kita dengar ada berita bahwa pelaku pemerkosa ternyata masih anak-anak. Ini jelas akibat buruk dari kecanduan pornografi, anak-anak jadi lebih dini mengetahui hal yang seharusnya belum pantas untuk mereka ketahui.
Di samping itu, ternyata kecanduan pornografi adalah kerusakan pada otak si pecandu. Bagaimana info lengkapnya? Mari kita simak penjelasannya di link berikut ini.

Belajar Agama dari Buku, Rekaman Video, atau Artikel dengan al-Wijadah

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اللهم صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، أَمَّا بَعْدُ؛

Press Ilmu Manqul yang Musnad dan Muttashil sudah menjelaskan kenapa agama mesti diambil dengan cara manqul yang musnad dan muttashil. Di zaman sekarang yang begitu mudahnya memfasilitasi lalu lintas informasi melalui berbagai media tampaknya cukup membuat kita membentuk mindset “kalo ada yang mudah, kenapa mesti yang sulit?” Yang saya maksud di sini, mudahnya orang2 mengarang kitab, merekam video, dan memposting artikel sampai menggandakannya berulang kali telah merusak cara pemberian ilmu dari guru kepada murid. Mungkin secara fisik, kita seolah “mendapat ilmu baru”. Tapi secara syariat, mengambil pengertian dari dalil dalam kitab (termasuk rekaman video ato artikel) seorang guru tanpa izin beliau itu dikatakan “tidak mendapat ilmu guru ini”. Tindakan “seolah mengambil ilmu dari guru” padahal tidak ini diistilahkan dengan al-wijadah. Baca lebih lanjut

Penyesalan dan Dalih di Akhirot

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اللهم صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، أَمَّا بَعْدُ؛

Penyesalan selalu muncul di belakang. Begitulah hukum alam bagi penyesalan, baik itu ketika di dunia maupun di akhirot. Penyesalan di dunia masih ada manfaatnya karena kita masih ada kesempatan memperbaiki diri. Tapi penyesalan di akhirot? Jelas tidak ada manfaatnya. Berikut adalah beberapa contoh penyesalan yang diucapkan orang celaka di akhirot dan tidak bergunanya dalih apapun di akhirot nanti. Baca lebih lanjut

Gambaran Keadaan di Neraka

IRINYA AHLI NERAKA MELIHAT KENIKMATAN SURGA

وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ النَّارِ أَصْحَـٰبَ الْجَنَّةِ: “أَنْ أَفِيضُواْ عَلَيْنَا مِنَ الْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ!“ قَالُواْ: “إِنَّ اللهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَـٰفِرِينَ.“ سورة الأعراف: ٥٠

Dan penghuni neraka (ahli neraka) memanggil penghuni surga: “Limpahkanlah atas kami air atau apapun (yang ada di surga) yang telah Alloh rezekikan pada kalian!” Penghuni surga menjawab: “Sesungguhnya Alloh telah mengharomkan keduanya (air dan rezeki dalam surga) atas orang kafir.” (QS. al-A’roof: 50) Baca lebih lanjut

Gambaran Keadaan di Surga (dari Hadis)

JUMLAH DERAJAT (TINGKATAN) SURGA

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: “فِي الْجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ. مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ مِائَةُ عَامٍ.“ رواه الترمذى

Nabi bersabda: “Ada 100 derajat di dalam surga. Sesuatu (jarak) di antara tiap 2 derajat itu 100 tahun perjalanan.” (HR. Tirmidzi) Baca lebih lanjut

-Pengantar- Gambaran Keadaan di Surga dan di Neraka

بِـسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا كَآ فَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ. سورة سبأ: ٢٨

Dan kami Alloh tidak mengutusmu Muhammad selain untuk seluruh manusia (sejak zaman Nabi s.a.w sampai kiamat nanti) sebagai pemberi kabar menggembirakan (surga) dan kabar menakutkan (neraka), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (QS. Saba`: 28)

Hanya ada 2 tempat abadi untuk kita tempati nanti setelah dunia berakhir, yaitu surga dan neraka. Surga adalah hakikinya segala kenikmatan, sdgkn neraka adalah hakikinya penjara dan segala penderitaan. Baca lebih lanjut